Peran Akupunktur Medik agar Perimenopause dan Menopause Terasa Lebih Nyaman
Ditinjau oleh dr. Surya Witantra Giri, Sp.Ak, SubSp.Ak-AA(K), CHt — Dokter Spesialis Akupunktur Medik Konsultan, First Care Panglima Polim
Menjelang usia 40-an, banyak wanita mulai merasa khawatir dengan perubahan tubuhnya. Siklus haid menjadi tidak teratur, tidur mulai terganggu, tubuh lebih mudah lelah, mood terasa naik turun, atau muncul rasa panas tiba-tiba seperti hot flashes.
Fase ini sering dianggap sebagai “takdir” yang harus “ditahan saja”. Padahal, perimenopause dan menopause dapat dipersiapkan dengan lebih baik agar kualitas hidup tetap terjaga.
Di First Care Panglima Polim, pasien dapat berkonsultasi mengenai perimenopause dan menopause, termasuk peran akupunktur medik sebagai terapi pendamping yang disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing pasien.
Apa Itu Perimenopause dan Menopause?
Perimenopause adalah masa transisi sebelum menopause, ketika hormon mulai berubah dan siklus haid bisa menjadi tidak teratur. Menopause sendiri terjadi ketika seorang wanita sudah tidak mengalami haid selama 12 bulan berturut-turut.
Pada masa transisi ini, tubuh sedang beradaptasi terhadap perubahan hormon, terutama penurunan estrogen. Adaptasi ini dapat memengaruhi sistem saraf, kualitas tidur, mood, metabolisme, kulit, tulang, hingga kenyamanan area kewanitaan.
Apa Itu Sindrom Klimakterik?
Sindrom klimakterik muncul akibat ketidakmampuan sistem saraf dan sistem endokrin untuk beradaptasi dengan penurunan kadar estrogen yang terjadi secara bertahap maupun mendadak. Gejalanya sangat beragam dan berbeda-beda pada setiap wanita, di antaranya:
-
Hot flashes (rasa panas mendadak)
-
Keringat malam
-
Palpitasi atau jantung berdebar
-
Insomnia
-
Perubahan suasana hati ( mood swings ) hingga gejala depresi
-
Brain fog — sulit berkonsentrasi dan mudah lupa
-
Kelelahan kronis ( fatigue )
-
Atrofi vagina dan nyeri saat berhubungan seksual
-
Disfungsi saluran kemih
-
Arthralgia atau nyeri sendi
-
Perubahan pada kulit dan rambut
-
Parestesia (rasa kebas di bagian tubuh tertentu)
-
Redistribusi lemak tubuh dan kenaikan berat badan
-
Nyeri payudara (mastalgia)
Bila dibiarkan tanpa penanganan, gejala-gejala ini dapat berlangsung bertahun-tahun dan menurunkan kualitas hidup secara signifikan.
Bagaimana Akupunktur Medik Membantu?
Wanita yang menjalani akupunktur medik secara rutin cenderung melewati masa perimenopause dengan gejala yang jauh lebih ringan. Secara ilmiah, akupunktur medik bekerja melalui beberapa mekanisme:
-
Regulasi hormon serotonin dan beta-endorfin , yang berperan dalam menstabilkan suasana hati dan mengurangi sensasi hot flashes.
-
Harmonisasi sistem saraf otonom dan aksis HPA (Hypothalamic-Pituitary-Adrenal) yang terganggu akibat penurunan estrogen.
-
Optimalisasi fungsi kelenjar adrenal sebagai sumber estrogen sekunder (estron), melalui konversi androstenedion di jaringan lemak.
Pendekatan ini menjadikan akupunktur medik bukan sekadar terapi simptomatik, melainkan intervensi yang menyasar akar ketidakseimbangan neuro-endokrin selama masa transisi menopause.
Kapan Sebaiknya Akupunktur Medik Dimulai?
Menurut dr. Surya, memulai akupunktur medik lebih awal memberi waktu bagi sistem neuro-endokrin tubuh untuk beradaptasi secara bertahap. Berikut tiga fase penanganan yang direkomendasikan:
1. Fase Perimenopause Awal
Tanda-tanda: siklus haid mulai tidak teratur, durasi haid berubah, mulai muncul kecemasan ringan, atau gangguan tidur sesekali.
Tujuan akupunktur pada fase ini:
-
Menstabilkan fluktuasi hormon
-
Memperlebar ambang thermoregulasi otak agar suhu tubuh lebih stabil
-
Mengoptimalkan fungsi kelenjar adrenal sebagai sumber estrogen sekunder
Fase ini sangat direkomendasikan sebagai titik mulai, bahkan jauh sebelum gejala berat muncul, sebagai langkah pencegahan early menopause .
2. Fase Perimenopause Lanjut
Tanda-tanda: hot flashes, mood swings, brain fog, dan gejala sindrom klimakterik lain sudah mulai dirasakan.
Tujuan akupunktur pada fase ini:
-
Meredakan gejala akut ( symptom relief )
-
Menyeimbangkan kembali neurotransmiter serotonin dan β-endorfin
-
Menurunkan aktivitas saraf simpatis yang hiperaktif
3. Fase Post-Menopause (Setelah 12 Bulan Tanpa Haid)
Pada fase ini, siklus haid sudah berhenti total.
Tujuan akupunktur pada fase ini:
-
Mencegah komplikasi jangka panjang akibat defisiensi estrogen, seperti penurunan massa tulang (osteopenia/osteoporosis) dan risiko penyakit kardiovaskular
-
Menjaga kualitas tidur dan elastisitas kulit
Menariknya, akupunktur medik juga dapat dijalankan secara paralel dengan terapi sulih hormon ( Hormone Replacement Therapy /HRT), dan kombinasi keduanya memberikan manfaat yang bersifat sinergis.
Mengapa Memilih First Care Panglima Polim?
First Care Panglima Polim menghadirkan layanan konsultasi perimenopause dan menopause dengan pendekatan yang nyaman, personal, dan reassuring.
Melalui evaluasi yang terarah, dokter dapat membantu pasien memahami perubahan tubuhnya, mengenali keluhan yang sedang dialami, serta menentukan pendekatan perawatan yang sesuai. Bila diperlukan, akupunktur medik dapat dipertimbangkan sebagai terapi pendamping, termasuk secara paralel dengan terapi lain sesuai evaluasi dokter.
Anda tidak harus melewati fase perimenopause dan menopause dengan rasa takut atau bingung. Dengan persiapan yang tepat, fase ini dapat dijalani dengan lebih tenang, nyaman, dan penuh kesadaran terhadap tubuh sendiri.
Book konsultasi perimenopause dan menopause di First Care Panglima Polim.
First Care Panglima Polim
Jl. Panglima Polim III No.5, Jakarta Selatan
WhatsApp: 0812-6677-7665
LIHAT JUGA
Layanan Akupunktur Medik First Care
Layanan Obgyn First Care
Wellness First Care
Laboratorium First Care
IV Therapy First Care
Tentang First Care
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apa bedanya perimenopause dan menopause? Perimenopause adalah masa transisi sebelum menopause, saat hormon mulai berubah dan siklus haid bisa menjadi tidak teratur. Menopause terjadi setelah 12 bulan berturut-turut tanpa haid.
2. Apakah akupunktur medik bisa mencegah menopause dini? Akupunktur medik tidak menghentikan proses menopause yang alami, namun dapat membantu memperbaiki adaptasi sistem neuro-endokrin sehingga membantu mencegah munculnya early menopause apabila dimulai sejak fase perimenopause awal.
3. Apakah akupunktur medik aman dikombinasikan dengan terapi hormon (HRT)? Ya. Akupunktur medik dapat dijalankan secara paralel dengan HRT dan memberikan efek yang saling melengkapi, namun kombinasi ini tetap perlu dikonsultasikan dengan dokter spesialis akupunktur medik agar rencana terapinya sesuai kondisi masing-masing pasien.
4. Berapa usia yang tepat untuk mulai berkonsultasi mengenai perimenopause? Begitu mulai muncul tanda-tanda awal seperti siklus haid yang berubah atau gangguan tidur ringan — umumnya di usia akhir 30-an hingga awal 40-an — konsultasi dini akan memberikan hasil yang lebih optimal.
5. Apa bedanya akupunktur medik dengan akupuntur tradisional? Akupunktur medik dilakukan oleh dokter yang telah menempuh pendidikan spesialis akupunktur medik, dengan pendekatan berbasis bukti ilmiah (neuro-endokrin dan neurotransmiter), dan dapat diintegrasikan dengan penanganan medis lain seperti HRT.
6. Apakah menopause selalu membuat kualitas hidup menurun? Tidak selalu. Dengan persiapan, edukasi, dan perawatan yang tepat, banyak wanita dapat menjalani fase perimenopause dan menopause dengan lebih nyaman.
7. Di mana bisa konsultasi perimenopause dan menopause di Jakarta Selatan? Anda dapat melakukan konsultasi perimenopause dan menopause di First Care Panglima Polim, Jakarta Selatan. Booking melalui WhatsApp 0812-6677-7665.