Peran Akupunktur Medik dalam Membantu Pemulihan Tinnitus (Telinga Berdenging)
Ditinjau oleh dr. Surya Witantra Giri, Sp.Ak , SubSp.Ak -AA(K), CHt- Dokter Spesialis Akupunktur Medik Konsultan, FIRST CARE Panglima Polim
Tinnitus — sensasi mendengar dengung, desis, atau denyut di telinga tanpa sumber suara dari luar — adalah keluhan yang jauh lebih umum daripada yang disadari banyak orang. Secara global, kondisi ini diperkirakan mempengaruhi lebih dari 10–15% populasi dewasa, dan bagi sebagian orang, dengingan yang terus-menerus ini cukup mengganggu konsentrasi, kualitas tidur, hingga suasana hati sehari-hari.
Jika Anda tinggal atau bekerja di sekitar Panglima Polim, Kebayoran Baru, dan sudah mencoba berbagai cara namun dengingan di telinga belum juga mereda, akupunktur medik bisa menjadi salah satu pilihan terapi pendamping yang layak didiskusikan dengan dokter Anda. Artikel ini membahas apa itu tinnitus, bagaimana akupunktur medik bekerja, apa kata riset terbaru, dan apa yang bisa Anda harapkan saat menjalani terapi ini di First Care Panglima Polim.
Apa Itu Tinnitus dan Apa Penyebabnya?
Tinnitus bukan penyakit tersendiri, melainkan gejala yang menandakan adanya gangguan pada sistem pendengaran atau jalur saraf yang memprosesnya. Beberapa penyebab yang paling sering ditemukan meliputi:
-
Paparan suara keras dalam waktu lama (konser, headphone volume tinggi, lingkungan kerja bising)
-
Penumpukan kotoran telinga (serumen) yang menyumbat saluran telinga
-
Presbikusis , penurunan pendengaran akibat penuaan
-
Gangguan sendi rahang (TMJ) atau ketegangan otot leher dan bahu
-
Tekanan darah tinggi, gangguan sirkulasi, atau kadar kolesterol tinggi
-
Stres, kecemasan, dan gangguan tidur , yang sering memperberat persepsi dengingan meski bukan penyebab utamanya
-
Efek samping obat tertentu (misalnya dosis tinggi aspirin atau beberapa antibiotik)
Karena penyebabnya beragam, sebelum melakukan terapi akupunktur medik disarankan untuk melakukan pemeriksaan dan screening di dokter spesialis THT untuk memastikan tidak ada kelainan/kerusakan struktural pada telinga bagian luar dan kemungkinan diagnosa lainnya.
Bagaimana Akupunktur Medik Bekerja untuk Tinnitus dan Apa Kata Riset Ilmiah Terbaru
Akupunktur medik adalah pendekatan akupunktur yang diintegrasikan ke dalam kerangka ilmu kedokteran modern yang dilakukan oleh tenaga medis terlatih dan memiliki kompetensi khusus, berdasarkan pemahaman komprehensif mengenai anatomi, patofisiologi berbagai sistem organ tubuh.
Pada Kasus Tinnitus, Akupunktur Medik Umumnya Menyasar Beberapa Mekanisme Berikut:
-
Modulasi aktivitas saraf pendengaran dan area otak terkait persepsi suara. Beberapa studi neuroimaging menunjukkan perubahan pola konektivitas fungsional di area otak yang berkaitan dengan persepsi tinnitus setelah terapi akupunktur.
-
Perbaikan sirkulasi darah ke area telinga bagian dalam , yang pada sebagian kasus tinnitus terkait dengan gangguan aliran darah lokal.
-
Relaksasi otot leher, bahu, dan rahang yang tegang — kondisi yang sering memperparah persepsi dengingan, terutama pada tinnitus yang berkaitan dengan gangguan sendi rahang (TMJ) atau postur.
-
Penurunan tingkat stres dan kecemasan , yang tidak menyembuhkan tinnitus secara langsung, namun terbukti membantu banyak pasien merasa lebih terganggu oleh dengingan ketika stres meningkat — sehingga menurunkan stres dapat mengurangi "beban" tinnitus yang dirasakan.
Beberapa tinjauan sistematis dan meta-analisis dari studi acak terkontrol menunjukkan bahwa berbagai studi klinis global serta tinjauan sistematis berbasis bukti secara umum mendukung efektivitas akupunktur dalam menangani tinnitus. Tinjauan lain juga menyimpulkan bahwa akupunktur merupakan terapi yang positif dan efektif untuk tinnitus, dengan penurunan tingkat keparahan dan peningkatan kualitas hidup pasien.
Dalam jurnal ilmiah Frontiers in Neurology / Frontiers in Systems Neuroscience (2024–2025): "Acupuncture for Subjective Tinnitus: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials , Meta-analisis mengonfirmasi bahwa akupunktur medik memberikan penurunan skor THI yang signifikan secara statistik dan klinis dibandingkan kelompok kontrol ( sham acupuncture atau plasebo). Efek samping yang mungkin muncul seperti lebam, sangat minimal dan tergolong aman ( non-invasive/low-risk intervention ).
Studi neuroimaging menunjukkan bahwa stimulasi akupunktur medik memodulasi aktivitas BOLD ( Blood-Oxygen-Level-Dependent ) di Superior Temporal Gyrus (Korteks Auditori) dan meredam konektivitas abnormal antara sistem auditori dan amigdala (Sistem Limbik). Hal ini membuktikan efek neuroplastisitas top-down pada penderita tinnitus kronis. ( Frontiers in Systems Neuroscience (2025): "Recent advances on the mechanism of acupuncture in the treatment of subjective tinnitus." )
Dalam jurnal Journal of Pain Research / Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine: "Efficacy and Neural Mechanism of Electroacupuncture for Primary Tinnitus: A Randomized Clinical Trial. ” disebutkan juga bahwa penggunaan frekuensi kombinasi pada titik-titik peri-aurikular terbukti lebih unggul dalam menurunkan Visual Analog Scale (VAS) intensitas suara dan meningkatkan aliran darah mikrosirkulasi di area koklea (arteri vertebrobasilaris) dibandingkan frekuensi tunggal.
Multimodal Neuroplasticity Training: Kombinasi Akupunktur dengan Latihan Otak
Menurut dr. Surya Witantra Giri, Sp.Ak, SubSp.Ak-AA(K), CHt, Dokter Spesialis Akupunktur Medik Konsultan di First Care, hasil pemulihan tinnitus bisa dipercepat bila akupunktur medik rutin dijalankan bersamaan dengan latihan yang melatih otak untuk "membiasakan diri" mengabaikan sinyal dengingan — sebuah pendekatan yang beliau sebut Multimodal Neuroplasticity Training . Idenya: akupunktur menenangkan sistem saraf dari sisi fisiologis, sementara latihan-latihan berikut melatih ulang cara otak memproses sinyal tinnitus itu sendiri.
1. Sound Enrichment (bukan Sound Masking) Kesalahan umum adalah menutupi suara denging dengan suara yang lebih keras (masking). Yang lebih tepat adalah sound enrichment : putar suara alam (hujan, ombak) atau white noise dengan volume sedikit di bawah volume tinnitus, sehingga dengingan masih terdengar tipis. Dengan begitu, otak tetap dilatih membedakan mana "sinyal penting" dan mana "gangguan" — bukan sekadar menutupinya.
2. Targeted Attention Shifting (latihan fokus 5-4-3-2-1) Tinnitus sering terasa semakin mengganggu karena otak memberi atensi berlebih padanya. Teknik 5-4-3-2-1 melatih otak mengalihkan fokus secara sadar: cari 5 hal yang bisa dilihat, 4 tekstur yang bisa diraba, 3 suara di sekitar, 2 aroma, dan 1 rasa di lidah. Latihan sederhana ini melatih otak bagian depan untuk mengambil alih kendali dari respons "waspada berlebih" saat dengingan terasa mengganggu.
3. Stimulasi Saraf Vagus Mandiri Saraf vagus berperan sebagai "rem" alami sistem saraf, dan mengaktifkannya dapat memperkuat efek menenangkan dari akupunktur. Dua cara sederhana: pernapasan diafragma pola 4-7-8 (tarik napas 4 detik, tahan 7 detik, buang perlahan 8 detik), dan bersenandung (humming) — getarannya merangsang saraf vagus di area tenggorokan.
4. Nutrisi Pendukung Neuroplastisitas Otak butuh "bahan baku" untuk membentuk koneksi saraf baru yang sehat, di antaranya magnesium (bentuk L-Threonate, yang lebih mudah menembus sawar darah otak) dan omega-3 (DHA/EPA) untuk mendukung kesehatan selubung saraf. Konsumsi MSG/glutamat berlebih sebaiknya dibatasi, karena kelebihan glutamat berpotensi membuat sel saraf di telinga dalam menjadi lebih sensitif.
5. Afirmasi Kognitif Cara kita memaknai tinnitus secara mental ikut mempengaruhi seberapa terganggu kita olehnya. Mengganti narasi dari "dengingan ini merusak hidup saya" menjadi "ini aktivitas saraf yang sedang error, dan otak saya sedang belajar memfilternya" membantu menurunkan stres emosional yang, bila dibiarkan, justru dapat menghambat proses pemulihan.
Seiring intensitas tinnitus menurun (dokter biasanya memantau ini dengan skala numerik 0–10), sebagian latihan di atas bisa mulai dikurangi bertahap sesuai arahan dokter yang menangani.
Apa yang Bisa Anda Harapkan Saat Menjalani Terapi di First Care?
Di First Care Panglima Polim, sesi akupunktur medik untuk tinnitus umumnya melalui tahapan berikut:
-
Konsultasi awal & asesmen menyeluruh — dokter akan menggali riwayat kesehatan, kemungkinan penyebab tinnitus, riwayat paparan suara, kondisi rahang/leher, tekanan darah, serta pola tidur dan stres.
-
Rujukan bila diperlukan — bila dicurigai ada penyebab yang memerlukan penanganan lain, dokter akan mengarahkan pemeriksaan lanjutan yang masih perlu untuk dilakukan untuk refrensi tambahan pada penanganan sesi akupunktur selanjutnya.
-
Akupunktur medik — dilakukan oleh dokter spesialis akupunktur medik dengan area penjaruman (needling) yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, umumnya berlangsung sekitar 30-60 menit per sesi.
-
Evaluasi berkala — respons tiap pasien terhadap tinnitus berbeda-beda; dokter akan memantau perkembangan gejala dari sesi ke sesi dan menyesuaikan rencana terapi, termasuk mengkombinasikannya dengan penanganan penyebab yang mendasari (mis. tatalaksana tekanan darah, sendi rahang, atau manajemen stres).
Kapan Sebaiknya Segera ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter, dan jangan menunda dengan mencoba terapi mandiri terlebih dahulu, bila tinnitus Anda disertai:
-
Hanya terjadi di satu telinga dan penurunan pendengaran secara tiba-tiba
-
Disertai pusing berputar (vertigo) atau gangguan keseimbangan
-
Muncul setelah cedera kepala
-
Berdenyut mengikuti detak jantung (pulsatile tinnitus)
Kondisi-kondisi di atas memerlukan evaluasi medis lebih dulu untuk memastikan tidak ada penyebab yang mendesak.
Tanya Jawab Seputar Akupunktur Medik untuk Tinnitus (FAQ)
-
Apakah akupunktur medik bisa menyembuhkan tinnitus sepenuhnya? Tidak selalu. Akupunktur medik bekerja paling baik sebagai bagian dari rencana penanganan menyeluruh yang turut mengatasi penyebab dan faktor pemberat tinnitus (stres, ketegangan otot, sirkulasi, dsb.), bukan sebagai obat tunggal yang menjamin kesembuhan total.
-
Berapa lama biasanya terapi harus dijalani sebelum terlihat hasilnya? Bervariasi antar pasien. Sebagian pasien melaporkan perubahan setelah beberapa sesi awal, sementara yang lain memerlukan rangkaian terapi lebih panjang. Dokter akan mengevaluasi respons Anda secara berkala untuk menentukan durasi yang sesuai.
-
Apakah akupunktur medik untuk tinnitus aman? Secara umum, akupunktur medik yang dilakukan oleh dokter spesialis akupunktur yang kompeten tergolong aman dengan efek samping minimal. Tetap penting untuk menjalaninya di fasilitas kesehatan resmi dengan tenaga medis bersertifikat.
-
Apakah akupunktur medik bisa dikombinasikan dengan pengobatan tinnitus lain? Ya. Tatalaksana Akupunktur medik umumnya dapat dikolaborasikan dengan penanganan medis lain yang sudah direkomendasikan dokter — misalnya terapi suara (sound therapy), pengelolaan tekanan darah, atau penanganan gangguan sendi rahang.
-
Apakah tinnitus akibat stres bisa membaik dengan akupunktur medik? Pada sebagian besar kasus, akupunktur medik dapat mengurangi tingkat stress dan kecemasan melalui regulasi hormon endorfin dan serotonin. Peningkatan serotonin akan membantu dalam regulasi saraf otonom dan berdampak pada peningkatan mikrosirkulasi di koklea. Hal ini diharapkan pada akhirnya dapat membantu perbaikan tinnitus yang dialami
-
Apa itu Multimodal Neuroplasticity Training untuk tinnitus? Ini adalah pendekatan yang menggabungkan akupunktur medik rutin dengan latihan-latihan yang melatih otak untuk terbiasa mengabaikan sinyal tinnitus, seperti sound enrichment, latihan pengalihan fokus, stimulasi saraf vagus mandiri, nutrisi pendukung, dan afirmasi kognitif — dengan tujuan mempercepat proses habituasi terhadap dengingan.
Konsultasikan Tinnitus Anda di First Care Panglima Polim
Bila dengingan di telinga sudah mengganggu aktivitas atau kualitas tidur Anda, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri dan mencoba memadukan pengobatan tinnitus anda dengan akupunktur medik.
Buat janji konsultasi akupunktur medik di First Care Panglima Polim , Kebayoran Baru, dan diskusikan langsung dengan dokter kami mengenai kondisi tinnitus yang Anda alami.
FIRST CARE
Jl. Panglima Polim III No.5, Jakarta Selatan
WhatsApp: 0812-6677-7665
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis atau saran medis langsung dari dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis profesional.
Referensi
-
Overview of systematic reviews on acupuncture for tinnitus, Frontiers in Neurology , 2022 (PMC9716106)
-
Efficacy and safety of acupuncture and moxibustion for primary tinnitus, American Journal of Otolaryngology , 2024
-
Network meta-analysis of acupuncture for tinnitus, PubMed 37773876, 2023