GERD dan IBS Tidak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Pemicunya Bukan Asam Lambung!
Perut sering kembung setelah makan?
Asam lambung naik terus?
BAB kadang cair, kadang tidak lancar?
Sudah minum obat, tapi keluhan tetap kambuh?
Banyak pasien mengira GERD hanya soal “asam lambung berlebih”. Padahal, pada sebagian orang, keluhan GERD bisa muncul bersamaan dengan IBS atau Irritable Bowel Syndrome.
Kondisi ini bisa membuat perut terasa lebih sensitif, mudah kembung, begah, nyeri, BAB tidak teratur, sulit tidur, bahkan tubuh terasa cepat lelah.
GERD dan IBS, Apa Hubungannya?
GERD adalah kondisi ketika isi lambung naik kembali ke kerongkongan. Gejalanya bisa berupa dada panas, rasa asam di mulut, mual, begah, batuk malam, atau tenggorokan terasa tidak nyaman.
IBS adalah gangguan fungsi saluran cerna yang sering menyebabkan perut kembung, nyeri perut, diare, sembelit, atau BAB yang berubah-ubah.
Keduanya bisa saling berkaitan karena sistem pencernaan terhubung erat dengan otak, saraf, emosi, pola tidur, dan stres. Hubungan ini dikenal sebagai gut-brain axis.
Saat tubuh sedang stres, kurang tidur, atau terlalu lelah, saluran cerna bisa menjadi lebih sensitif. Akibatnya, gas sedikit saja terasa sangat kembung. Gerakan usus normal terasa seperti kram. Asam lambung terasa lebih mengganggu.
Kenapa Sudah Minum Obat Tapi GERD Tetap Kambuh?
Obat asam lambung memiliki peran penting dalam penanganan GERD. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi pasien, dosis, dan durasi yang tepat.
Bila keluhan sudah berlangsung lama, sering kambuh, atau obat terasa tidak lagi membantu, sebaiknya jangan langsung menaikkan dosis sendiri.
Yang perlu dilakukan adalah evaluasi ulang.
Karena bisa jadi pemicunya bukan hanya asam lambung, tetapi juga:
-
pola makan yang tidak cocok,
-
stres dan gangguan tidur,
-
sensitivitas saluran cerna,
-
pola BAB yang tidak stabil,
-
penggunaan obat jangka panjang tanpa evaluasi,
-
atau gangguan komunikasi antara otak dan sistem pencernaan.
Kapan GERD dan IBS Harus Diperiksakan?
Segera konsultasi bila Anda mengalami:
-
GERD sering kambuh,
-
perut kembung hampir setiap selesai makan,
-
nyeri perut berulang,
-
BAB sering cair atau berubah-ubah,
-
batuk malam karena asam lambung,
-
sulit tidur karena perut tidak nyaman,
-
badan cepat lelah,
-
mudah cemas saat keluhan muncul,
-
sudah minum obat tetapi belum membaik.
Jangan tunda pemeriksaan bila ada tanda bahaya seperti berat badan turun tanpa sebab jelas, muntah darah, BAB hitam, sulit menelan, atau nyeri perut hebat.
Apakah Akupunktur Medik Bisa Membantu GERD dan IBS?
Pada kondisi tertentu, akupunktur medik dapat dipertimbangkan sebagai terapi pendamping untuk membantu keluhan yang berkaitan dengan nyeri, stres, gangguan tidur, dan sensitivitas saluran cerna.
Akupunktur medik bukan terapi sembarangan. Terapi ini dilakukan oleh dokter dengan pendekatan ilmu kedokteran dan tetap membutuhkan evaluasi terlebih dahulu.
Di First Care Panglima Polim, pasien dengan keluhan GERD, IBS, perut kembung, sakit perut berulang, dan gangguan pencernaan menahun dapat berkonsultasi dengan dr. Surya Witantra Giri, Sp.Ak, SubSp.Ak-AA(K), CHt, Dokter Spesialis Akupunktur Medik Konsultan.
Solusi GERD Tidak Harus Selalu Sama untuk Semua Orang
Setiap pasien punya pemicu yang berbeda.
Ada yang kambuh karena pola makan.
Ada yang memburuk saat stres.
Ada yang terganggu karena tidur tidak berkualitas.
Ada juga yang perlu evaluasi penggunaan obat dan sensitivitas saluran cerna.
Karena itu, solusi GERD dan IBS sebaiknya dibuat personal, bukan hanya mengikuti saran umum.
Bila GERD, IBS, kembung, atau sakit perut sudah mengganggu aktivitas, konsultasikan kondisi Anda di First Care Panglima Polim, Jakarta Selatan.
Booking konsultasi dengan dr. Surya di First Care untuk evaluasi GERD, IBS, dan akupunktur medik secara lebih menyeluruh.
Salam hangat dari First Care.