Mengenal Tanda Kondisi Gawat Darurat pada Anak dan Cara Mengatasinya
Tahukah Anda bahwa kondisi gawat darurat tak hanya terjadi pada orang dewasa namun juga bisa terjadi pada anak-anak pun bisa mengalami? Banyak orangtua tak menyadari adanya tanda kegawatdaruratan pada anak sehingga si kecil seringkali terlambat mendapatkan penanganan.
Atau sebaliknya, orangtua justru panik hingga bingung hal apa yang harus dilakukan saat anak berada di kondisi gawat darurat. Kegawatdaruratan memang identik dengan kondisi kritis atau bahaya yang bisa mengancam nyawa. Karena itu, saat anak berada dalam kondisi gawat darurat, mereka harus segera mendapatkan pertolongan pertama.
Biasanya, anak yang sakit parah sehingga membutuhkan pertolongan darurat menunjukan beberapa gejala terlebih dahulu. Namun, orangtua seringkali tak menyadari adanya gejala tersebut. Umumnya, kondisi gawat darurat pada anak ada dua jenis, yaitu trauma dan nontrauma, keduanya membutuhkan penangan profesional dari psikolog terdekat yang dapat dipercaya.
Ciri-Ciri Kondisi Gawat Darurat Pada Anak
Kegawatdaruratan trauma berkaitan dengan cedera fisik, yang seringkali membutuhkan tindakan pembedahan. Sementara itu, kegawatdaruratan non trauma berkaitan dengan sistem pernapasan, sistem saraf, dan sejenisnya.
Tanda gawat darurat trauma pada anak sebenarnya mudah untuk diidentifikasi karena bisa dilihat dengan mata secara sekilas, seperti luka besar di dada, luka bakar di tangan atau kaki, gigitan hewan yang merusak jaringan tubuh, dan sejenisnya.
Sedangkan tanda gawat darurat non trauma pada anak biasanya ditandai dengan gejala, seperti kesulitan bernapas, demam tinggi, leher kaku disertai demam, kesadaran menurun, sakit kepala dan muntah, dehidrasi berat, dan nyeri perut tak tertahankan.
Apa yang harus dilakukan saat Anak berada dalam kondisi darurat?
Saat anak mengalami kondisi gawat darurat, orang tua jangan panik. Sebab, panik hanya akan membuat pikiran kita kacau dan bingung menentukan langkah selanjutnya. Jadi, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah tarik napas dalam-dalam dan berusahalah untuk tetap tenang. Setelah Anda merasa tenang, Anda bisa melakukan hal berikut:
- Jika anak dalam kondisi tidak responsif, berikan mereka CPR.
- Anda juga perlu memberikan bantuan napas jika anak Anda tidak bernapas.
- Telepon bantuan medis atau ambulan. Anda juga bisa langsung membawa mereka ke klinik atau rumah sakit terdekat.
- Jika anak mengalami pendarahan, berikan tekanan terus menerus ke area pendarahan dengan kain bersih.
- Baringkan anak Anda di lantai dengan kepala dan badan menghadap ke samping jika ia mengalami kejang. Jangan memasukkan apapun ke dalam mulutnya.
- Jangan pindahkan anak Anda yang cedera kecuali ia berada dalam bahaya (misalnya, akibat kebakaran).
- Tetaplah bersama anak Anda sampai bantuan tiba.
- Bawalah obat apa pun yang sudah dikonsumsi anak. Anda juga perlu membawa obat yang dicurigai mengandung racun atau obat-obatan lain yang mungkin diminum anak Anda.
- Setelah Anda tiba di unit gawat darurat, berikan informasi selengkap mungkin mengenai kondisi anak agar tim medis bisa melakukan penanganan yang tepat.
Nah, itulah hal yang bisa dilakukan orangtua ketika anak dalam kondisi gawat darurat. Jika Anda berada di kawasan Jakarta saat Anak mengalami kondisi Gawat Darurat, Anda juga bisa menghubungi tim medis dari Klinik First Care. First Care juga menyediakan layanan kegawatdaruratan untuk anak dengan dokter spesialis pediatri terbaik.
Selain layanan pediatri, First Care juga menyediakan layanan kesehatan khusus wanita, IV Therapy, dan Laboratory. Informasi lengkap mengenai First Care juga bisa Anda dapatkan dengan menghubungi customer service kami di Jakarta, Indonesia 021-48679079 atau WhatsApp 0812-6677-7665.