Jadwal Vaksinasi Bayi Menurut IDAI 2026: Panduan untuk Orang Tua
Menjaga si Kecil tetap terlindungi dari penyakit menular dimulai dari satu hal sederhana: tidak melewatkan jadwal imunisasi. Sistem kekebalan tubuh bayi baru lahir belum berkembang sempurna, sehingga vaksinasi pada bulan-bulan pertama kehidupan menjadi salah satu langkah preventif paling penting yang bisa orang tua berikan.
Artikel ini merangkum jadwal imunisasi dasar wajib bayi usia 0–12 bulan sesuai rekomendasi terbaru Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), yang masih menjadi acuan resmi hingga 2026. Bunda dan Ayah di kawasan Panglima Polim, Kebayoran Baru, dan Jakarta Selatan bisa langsung membawa si Kecil ke poli anak First Care untuk imunisasi lengkap dan terjadwal.
Mengapa Imunisasi Dasar Tidak Boleh Ditunda
Imunisasi bekerja dengan melatih sistem imun bayi mengenali kuman penyebab penyakit sebelum tubuhnya benar-benar terpapar. Menunda jadwal — apalagi lebih dari beberapa minggu dari waktu yang dianjurkan — membuat bayi berada dalam periode rentan lebih lama terhadap penyakit seperti polio, difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, dan campak, yang seluruhnya berpotensi menimbulkan komplikasi serius atau kecacatan permanen.
Jadwal Imunisasi Dasar Wajib Bayi 0-12 Bulan
|
USIA |
VAKSIN WAJIB |
MENCEGAH |
|
0 bulan (saat lahir) |
Hepatitis B (HB-0), Polio tetes (OPV-0) |
Hepatitis B, Polio |
|
1 bulan |
BCG |
Tuberkulosis (TBC) |
|
2 bulan |
DPT-HB-Hib 1, OPV 1, PCV 1, RV 1 |
Difteri, Pertusis,Tetanus, Hib, Pneumonia/meningitis, Rotavirus |
|
3 bulan |
DPT-HB-Hib 2, OPV 2, PCV 2 |
(lanjutan dosis) |
|
4 bulan |
DPT-HB-Hib 3, OPV 3, IPV 1, PCV 3, RV 2 |
(lanjutin dosis) + Polio suntik, Rotavirus |
|
9 bulan |
Campak-Rubella (MR) |
Campak, Rubella |
|
12 bulan |
PCV (bila menggunakan jadwal 2+1 / belum lengkap sebelumnya) |
Pneumonia/meningitis |
Catatan: HB-0 idealnya diberikan kurang dari 24 jam setelah lahir.
Jadwal IPV (Polio suntik) menurut IDAI terbaru: minimal 2 dosis IPV diberikan bersamaan dengan OPV, yaitu IPV-1 di usia 2 bulan dan IPV-2 di usia 4 bulan, sebagai bagian dari strategi combine OPV-IPV untuk eradikasi polio.
Jadwal PCV menurut IDAI terbaru: dapat mengikuti skema 3+1 (usia 2, 3, 4 bulan + booster 12–15 bulan) atau skema 2+1 dimana 2 dosis primer diberikan pada usia 2 dan 4 bulan lalu dosis ketiga (booster) diberikan mulai usia 12 bulan . Pemilihan skema disesuaikan dengan usia bayi saat mulai imunisasi dan ketersediaan vaksin — dokter anak akan menentukan skema yang paling sesuai.
Jadwal Rotavirus: jumlah dosis tergantung jenis vaksin yang digunakan — vaksin rotavirus monovalent diberikan 2 kali , sedangkan vaksin rotavirus pentavalent diberikan 3 kali , dengan dosis pertama diberikan sebelum usia 15 minggu dan dosis terakhir sebelum usia 8 bulan.
Booster Usia 18 Bulan
Setelah usia 1 tahun, jadwal belum selesai. Pada usia 18 bulan, bayi memerlukan booster DPT-HB-Hib, booster MR/MMR, dan booster PCV agar perlindungan tetap optimal hingga usia sekolah.jadwal ipv untuk anak berdasarkan IDAI terbaru
Vaksin Tambahan yang Dianjurkan IDAI
Di luar imunisasi dasar wajib, IDAI juga merekomendasikan vaksin berikut untuk perlindungan yang lebih menyeluruh, tersedia di layanan pediatri klinik swasta seperti First Care:
-
Influenza — mulai usia 6 bulan, diulang tiap tahun
-
Hepatitis A — mulai usia 1 tahun
-
Varisela — mencegah cacar air, mulai usia 1 tahun
-
JE (Japanese Encephalitis) — untuk bayi di wilayah endemis
Bagaimana Jika Jadwal Imunisasi Terlewat
Jangan panik — dan jangan mengulang dari awal. Bawa si Kecil ke dokter anak untuk jadwa catch-up immunization , yaitu penyesuaian jadwal berdasarkan dosis terakhir yang sudah diterima. Semakin cepat catch-up dilakukan, semakin cepat pula perlindungan optimal tercapai.
Pertanyaan yang Sering Diajukan Orang Tua - FAQ
1. Apakah vaksinasi dasar bagi bayi wajib secara hukum di Indonesia
Ya. Imunisasi dasar lengkap merupakan hak dasar anak yang diatur pemerintah melalui Program Pengembangan Imunisasi (PPI), mencakup Hepatitis B, BCG, Polio, DPT-HB-Hib, dan Campak/MR.
2. Apakah bayi boleh diimunisasi saat sedang pilek ringan?
Pilek ringan tanpa demam umumnya bukan penghalang untuk imunisasi. Namun keputusan akhir tetap berada di tangan dokter anak yang memeriksa kondisi bayi saat kunjungan.
3. Apa saja reaksi normal setelah imunisasi (KIPI)?
Demam ringan, rewel, atau bengkak kecil di area suntikan adalah reaksi umum yang menandakan tubuh bayi sedang membentuk kekebalan. Reaksi berat seperti kejang atau sesak napas sangat jarang terjadi dan memerlukan penanganan medis segera.
4. Berapa biaya vaksinasi di FIRST CARE?
Imunisasi dasar wajib (PPI) tersedia gratis di puskesmas. Di First Care sendiri, biaya vaksin dasar maupun vaksin tambahan (PCV, Rotavirus, dll.) bervariasi tergantung jenis vaksin — tim kami akan menjelaskan rincian biaya saat konsultasi.
Jadwalkan Vaksinasi Si Kecil di FIRST CARE Panglima Polim
Tidak perlu bingung menghitung jadwal sendiri. Dokter spesialis anak (Sp.A) di First Care Panglima Polim siap membantu memastikan imunisasi si Kecil tepat waktu, lengkap, dan nyaman — mulai dari imunisasi dasar wajib hingga vaksin tambahan yang direkomendasikan IDAI.
???? Lokasi: Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ???? Booking Vaksinasi Si Kecil Sekarang
Ditinjau oleh: dr. Zalicha Bintang, Sp.A — Dokter Spesialis Anak First Care
Referensi
Artikel ini disusun berdasarkan rekomendasi resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):
-
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun, Rekomendasi IDAI 2024 .
-
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jadwal Imunisasi Anak IDAI 2023 .
Rekomendasi terakhir dari IDAI berlaku sejak 2024 dan masih menjadi acuan resmi hingga saat ini. Selalu konsultasikan jadwal imunisasi si Kecil dengan dokter anak untuk penyesuaian berdasarkan kondisi kesehatan individu.